Pada sebuah jamuan makan malam pengadaan dana untuk sekolah anak-anak cacat, ayah dari salah satu anak yang bersekolah disana menghantarkan satu pidato yang tidak mungkin dilupakan oleh mereka yang menghadiri acara itu. Setelah mengucapkan salam pembukaan, ayah tersebut mengangkat satu topik:
'Ketika tidak mengalami gangguan dari sebab-sebab eksternal, segala proses yang terjadi dalam alam ini berjalan secara sempurna/ alami. Namun tidak demikian halnya dengan anakku, Shay. Dia tidak dapat mempelajari hal-hal sebagaimana layaknya anak-anak yang lain. Nah, bagaimanakah proses alami ini berlangsung dalam diri anakku? '
Ayah tersebut melanjutkan: "Saya percaya bahwa, untuk seorang anak seperti Shay, yang mana dia mengalami gangguan mental dan fisik sedari lahir, satu-satunya kesempatan untuk dia mengenali alam ini berasal dari bagaimana orang-orang sekitarnya memperlakukan dia"
Kemudian ayah tersebut menceritakan kisah berikut:
Shay dan aku sedang berjalan-jalan di sebuah taman ketika beberapa orang anak sedang bermain baseball. Shay bertanya padaku,"Apakah kau pikir mereka akan membiarkanku ikut bermain?" Aku tahu bahwa kebanyakan anak-anak itu tidak akan membiarkan orang-orang seperti Shay ikut dalam tim mereka, namun aku juga tahu bahwa bila saja Shay mendapat kesempatan untuk bermain dalam tim itu, hal itu akan memberinya semacam perasaan dibutuhkan dan kepercayaan untuk diterima oleh orang-orang lain, diluar kondisi fisiknya yang cacat.
Aku mendekati salah satu anak laki-laki itu dan bertanya apakah Shay dapat ikut dalam tim mereka, dengan tidak berharap banyak. Anak itu melihat sekelilingnya dan berkata, "kami telah kalah 6 putaran dan sekaran sudah babak kedelapan. Aku rasa dia dapat ikut dalam tim kami dan kami akan mencoba untuk memasukkan dia bertanding pada babak kesembilan nanti'
Shay berjuang untuk mendekat ke dalam tim itu dan mengenakan seragam tim dengan senyum lebar, dan aku menahan air mata di mataku dan kehangatan dalam hatiku. Anak-anak tim tersebut melihat kebahagiaan seorang ayah yang gembira karena anaknya diterima bermain dalam satu tim.
Pada akhir putaran kedelapan, tim Shay mencetak beberapa skor, namun masih ketinggalan angka. Pada putaran kesembilan, Shay mengenakan sarungnya dan bermain di sayap kanan. Walaupun tidak ada bola yang mengarah padanya, dia sangat antusias hanya karena turut serta dalam permainan tersebut dan berada dalam lapangan itu. Seringai lebar terpampang di wajahnya ketika aku melambai padanya dari kerumunan. Pada akhir putaran kesembilan, tim Shay mencetak beberapa skor lagi. Dan dengan dua angka out, kemungkinan untuk mencetak kemenangan ada di depan mata dan Shay yang terjadwal untuk menjadi pemukul berikutnya.
Pada kondisi yg spt ini, apakah mungkin mereka akan mengabaikan kesempatan untuk menang dengan membiarkan Shay menjadi kunci kemenangan mereka?
Yang mengejutkan adalah mereka memberikan kesempatan itu pada Shay.
Semua yang hadir tahu bahwa satu pukulan adalah mustahil karena Shay bahkan tidak tahu bagaimana caranya memegang pemukul dengan benar, apalagi berhubungan dengan bola itu.
Yang terjadi adalah, ketika Shay melangkah maju kedalam arena, sang pitcher, sadar bagaimana tim Shay telah mengesampingkan kemungkinan menang mereka untuk satu momen penting dalam hidup Shay, mengambil beberapa langkah maju ke depan dan melempar bola itu perlahan sehingga Shay paling tidak bisa mengadakan kontak dengan bola itu. Lemparan pertama meleset; Shay mengayun tongkatnya dengan ceroboh dan luput. Pitcher tsb kembali mengambil beberapa langkah kedepan, dan melempar bola itu perlahan kearah Shay. Ketika bola itu datang, Shay mengayun kearah bola itu dan mengenai bola itu dengan satu pukulan perlahan kembali kearah pitcher.
Permainan seharusnya berakhir saat itu juga, pitcher tsb bisa saja dengan mudah melempar bola ke baseman pertama, Shay akan keluar, dan permainan akan berakhir.
Sebaliknya, pitcher tsb melempar bola melewati baseman pertama, jauh dari jangkauan semua anggota tim. Penonton bersorak dan kedua tim mulai berteriak, "Shay, lari ke base satu! Lari ke base satu!". Tidak pernah dalam hidup Shay sebelumnya ia berlari sejauh itu, tapi dia berhasil melaju ke base pertama. Shay tertegun dan membelalakkan matanya.
Semua orang berteriak, "Lari ke base dua, lari ke base dua!"
Sambil menahan napasnya, Shay berlari dengan canggung ke base dua. Ia terlihat bersinar-sinar dan bersemangat dalam perjuangannya menuju base dua. Pada saat Shay menuju base dua, seorang pemain sayap kanan memegang bola itu di tangannya. Pemain itu merupakan anak terkecil dalam timnya, dan dia saat itu mempunyai kesempatan menjadi pahlawan kemenangan tim untuk pertama kali dalam hidupnya. Dia dapat dengan mudah melempar bola itu ke penjaga base dua. Namun pemain ini memahami maksud baik dari sang pitcher, sehingga diapun dengan tujuan yang sama melempar bola itu tinggi ke atas jauh melewati jangkauan penjaga base ketiga. Shay berlari menuju base ketiga.
Semua yang hadir berteriak, "Shay, Shay, Shay, teruskan perjuanganmu Shay"
Shay mencapai base ketiga saat seorang pemain lawan berlari ke arahnya dan memberitahu Shay arah selanjutnya yang mesti ditempuh. Pada saat Shay menyelesaikan base ketiga, para pemain dari kedua tim dan para penonton yang berdiri mulai berteriak, "Shay, larilah ke home, lari ke home!". Shay berlari ke home, menginjak balok yg ada, dan dielu-elukan bak seorang hero yang memenangkan grand slam. Dia telah memenangkan game untuk timnya.
Hari itu, kenang ayah tersebut dengan air mata yang berlinangan di wajahnya, para pemain dari kedua tim telah menghadirkan sebuah cinta yang tulus dan nilai kemanusiaan kedalam dunia.
Shay tidak dapat bertahan hingga musim panas berikut dan meninggal musim dingin itu. Sepanjang sisa hidupnya dia tidak pernah melupakan momen dimana dia telah menjadi seorang hero, bagaimana dia telah membuat ayahnya bahagia, dan bagaimana dia telah membuat ibunya menitikkan air mata bahagia akan sang pahlawan kecilnya.
Seorang bijak pernah berkata, sebuah masyarakat akan dinilai dari cara mereka memperlakukan seorang yang paling tidak beruntung diantara mereka.
Catatan kaki:
Kita sering mengirim ribuan jokes lewat email tnp pikir panjang, namun bila kita harus mengirimkan mail tentang pilihan dalam hidup, kita seringkali ragu. Kejadian-kejadian vulgar, kasar dan mengerikan acap terjadi dalam hidup ini,namun pembicaraan tentangnya seolah tertelan waktu, baik itu di lingkungan pendidikan atau kerja.
Jika Anda berpikir untuk forward email ini, kemungkinannya Anda akan memilih daftar orang-orang dari email address Anda yang Anda pikir layak untuk menerima email Anda. Ingatlah, bahwa orang yang mengirimi Anda email ini berpikir bahwa kita semua dapat membuat perbedaan.
Kita semua mempunyai banyak pilihan dalam hidup setiap harinya untuk dapat memahami "kejadian alami dalam hidup". Begitu banyak hubungan antar 2 manusia yang kelihatan remeh, sebenarnya telah meninggalkan 2 pilihan bagi kita:
Apakah kita telah meninggalkan cinta dan kemanusiaan atau, Apakah kita telah melewatkan kesempatan untuk berbagi kasih dengan mereka yang kurang beruntung, yang menyebabkan hidup ini menjadi dingin?
Wednesday, May 10, 2006
Dua Pilihan
Sunday, April 23, 2006
Keseharian FK
Halo,halo. Kali ini mau ngomong apa y? Aduh, masa cadok begini neh. Kalo elu pada liat gue sekarang, pasti pada gak nyangka deh. Gue, pagi-pagi buta, garuk-garuk kepala, bingung mikirin mau ngomong apa. Sejujurnya, gue cuma gak enak ama rekan gue, dah lama gak ngisi di sini.
Ngg.... bout keseharian aja deh. Ternyata rutinitas di FK gak beda ama uni laen kok. Cuma disini pergaulan kurang, karena biasanya FK itu terpisah. Kaya gue. Gue di Pluit, fakultas laen di Semanggi. Jadi yang motivasinya masuk uni buat gaul, salah tuh masuk FK.
bout nilai, bisa dibilang itu tergantung nasib. Masalahnya, ujian tinggal buletin seh. Kalo gak bisa jawab, tinggal nembak. Dan jujur, sering muncul nilai ajaib lho. Banyak anak yang nyangka dapet jelek karena ujiannya gak bisa, eh.. yang keluar malah A. Justru anak yang dengan yakinnya bilang bisa dapet D. Bener-bener dunia terbalik!
Jangan bilang FK super sibuk. Gue nyantai aja kok. Waktu tidur gue minimal 10 jam, gak kurang. Haha......
Omongan gak bermutu ya? Abis bingung seh.... Ok deh, c u guys.... begitu gue dah punya omongan
Ngg.... bout keseharian aja deh. Ternyata rutinitas di FK gak beda ama uni laen kok. Cuma disini pergaulan kurang, karena biasanya FK itu terpisah. Kaya gue. Gue di Pluit, fakultas laen di Semanggi. Jadi yang motivasinya masuk uni buat gaul, salah tuh masuk FK.
bout nilai, bisa dibilang itu tergantung nasib. Masalahnya, ujian tinggal buletin seh. Kalo gak bisa jawab, tinggal nembak. Dan jujur, sering muncul nilai ajaib lho. Banyak anak yang nyangka dapet jelek karena ujiannya gak bisa, eh.. yang keluar malah A. Justru anak yang dengan yakinnya bilang bisa dapet D. Bener-bener dunia terbalik!
Jangan bilang FK super sibuk. Gue nyantai aja kok. Waktu tidur gue minimal 10 jam, gak kurang. Haha......
Omongan gak bermutu ya? Abis bingung seh.... Ok deh, c u guys.... begitu gue dah punya omongan
Friday, March 17, 2006
Just A Cuap-cuap.....
Kali ini hari pertama nih, gue buat posting ini. Pengen ngomong apa ya? Sebenernya banyak, cuma perlu disortir dulu. Ngg…. oke, oke. Got it!
Cerita latar belakang dulu deh. Sekarang lagi suasana tenang. Hmm…. Nyaman banget, ditemani lagu 'MLTR'. Sayang, perut rada keroncongan menunggu katering dateng. Gpp, toh lagi nulis-nulis ieu. Laparnya agak b'kurang.
Eh, tau gak, tadi liat rekaman seorang temen gue yang ikut lomba skatting di TA, wah…. Keren boo! Jadi pengen deh, bisa skating. Gue pernah seh maen skating (walaupun cuma sekali…. Ssst….) bareng anak Wuzhu, dan itu pun pake acara jatuh 2 kali. Gak kira-kira, malu abis! Untung pas gak banyak orang. Wuah…. Jadi ketawa-ketawa sendiri kalo inget yang itu.
Hari ini bisa dibilang hari ngantuk. Gila., gue tidur pas Gizi. Beneran gak tahan. Seakan ada bandul di depan gue yang menghipnotis gue untuk tidur. Lumayan seh, jadi agak seger, walau cuma 30 menit.
Apalagi ya? O ya, rasanya hari ini baju gue diprotes abis. Gue pake baju kaos biasa dengan celana gombrong sebetis yang biasa dipakai co2. Nyaman banget deh. Tapi orang berpendapat lain. Jam 5 subuh, nyokap ama nyokapnya nyokap dah komentar, "Kok pake baju yang itu seh? Gak ada baju yang lebih bagus?" Desh!!! Trus tadi, salah seorang temen gue berkomentar, "Kok elu pake baju kaya mau ke pasar, bukan mau kuliah?" Haha…. rada gondok seh, cuma bales aja, "Kan lucu, laen dari yang laen."
Yah, gue ini emang tipe orang yang lebih mementingkan nyaman dibanding penampilan. Saking sebelnya liat gue begitu cuek ama penampilan, nyokap sempet komentar, "Emang pas praktek nanti tetep mau pake baju kaya gitu (seperti yang gue pake di atas)?" Gue jawab dengan polosnya, "Kalo bisa seh pengen, sekalian plus sendal jepit." Nyokap gue ampe geleng-geleng kepala, sementara koko gue nyeletuk, 'Ini mah dokter gadungan!'
Haha…. gue ketawa hambar aja, padahal dalam hati ngomong gini, "Gak peduli, yang penting otak gue jalan, hati gue ada. Percuma pake baju bagus kalo dalamnya psikopat."
Jujur, gue paling gak suka kalo seseorang yang nilai orang lain berdasarkan baju yang dia pakai. Makanya, kalo gue liat seseorang yang mandang gue dari atas ke bawah karena nilai penampilan gue, langsung tau berapa nilai orang itu di mata gue. 2, dalam skala 1-10. Harga diri gue gak didasarin dari apa yang gue pake, tapi dari kepribadian gue.
Tuh kan, jadi kelepasan. Tadinya cuma mau cerita, malah jadi ngebongkar sedikit bagian dari diri gue.
Hari ini gue masih gondok gara-gara Jumat kemaren. Kok gak bisa ilang-ilang ya? Padahal gak boleh tuh nyimpen kemarahan. Ah, tapi tenang aja. Tar juga ilang sendiri, dan muncul kembali lagi. Selalu begitu siklusnya, gak pernah ada variasi.
Ah, udah dulu. Pasti pada bosan baca cuap-cuap gue. Maklumlah, pelampiasan. Hehe………
Cerita latar belakang dulu deh. Sekarang lagi suasana tenang. Hmm…. Nyaman banget, ditemani lagu 'MLTR'. Sayang, perut rada keroncongan menunggu katering dateng. Gpp, toh lagi nulis-nulis ieu. Laparnya agak b'kurang.
Eh, tau gak, tadi liat rekaman seorang temen gue yang ikut lomba skatting di TA, wah…. Keren boo! Jadi pengen deh, bisa skating. Gue pernah seh maen skating (walaupun cuma sekali…. Ssst….) bareng anak Wuzhu, dan itu pun pake acara jatuh 2 kali. Gak kira-kira, malu abis! Untung pas gak banyak orang. Wuah…. Jadi ketawa-ketawa sendiri kalo inget yang itu.
Hari ini bisa dibilang hari ngantuk. Gila., gue tidur pas Gizi. Beneran gak tahan. Seakan ada bandul di depan gue yang menghipnotis gue untuk tidur. Lumayan seh, jadi agak seger, walau cuma 30 menit.
Apalagi ya? O ya, rasanya hari ini baju gue diprotes abis. Gue pake baju kaos biasa dengan celana gombrong sebetis yang biasa dipakai co2. Nyaman banget deh. Tapi orang berpendapat lain. Jam 5 subuh, nyokap ama nyokapnya nyokap dah komentar, "Kok pake baju yang itu seh? Gak ada baju yang lebih bagus?" Desh!!! Trus tadi, salah seorang temen gue berkomentar, "Kok elu pake baju kaya mau ke pasar, bukan mau kuliah?" Haha…. rada gondok seh, cuma bales aja, "Kan lucu, laen dari yang laen."
Yah, gue ini emang tipe orang yang lebih mementingkan nyaman dibanding penampilan. Saking sebelnya liat gue begitu cuek ama penampilan, nyokap sempet komentar, "Emang pas praktek nanti tetep mau pake baju kaya gitu (seperti yang gue pake di atas)?" Gue jawab dengan polosnya, "Kalo bisa seh pengen, sekalian plus sendal jepit." Nyokap gue ampe geleng-geleng kepala, sementara koko gue nyeletuk, 'Ini mah dokter gadungan!'
Haha…. gue ketawa hambar aja, padahal dalam hati ngomong gini, "Gak peduli, yang penting otak gue jalan, hati gue ada. Percuma pake baju bagus kalo dalamnya psikopat."
Jujur, gue paling gak suka kalo seseorang yang nilai orang lain berdasarkan baju yang dia pakai. Makanya, kalo gue liat seseorang yang mandang gue dari atas ke bawah karena nilai penampilan gue, langsung tau berapa nilai orang itu di mata gue. 2, dalam skala 1-10. Harga diri gue gak didasarin dari apa yang gue pake, tapi dari kepribadian gue.
Tuh kan, jadi kelepasan. Tadinya cuma mau cerita, malah jadi ngebongkar sedikit bagian dari diri gue.
Hari ini gue masih gondok gara-gara Jumat kemaren. Kok gak bisa ilang-ilang ya? Padahal gak boleh tuh nyimpen kemarahan. Ah, tapi tenang aja. Tar juga ilang sendiri, dan muncul kembali lagi. Selalu begitu siklusnya, gak pernah ada variasi.
Ah, udah dulu. Pasti pada bosan baca cuap-cuap gue. Maklumlah, pelampiasan. Hehe………
Wednesday, March 08, 2006
Our Gold Mine
Hari ini gw tiba-tiba kepikiran ama ceceran rambut-rambut di kamar kost gw. yg walaupun udah sering banget gw bersihin tuh kamar, tapi selalu ada aje rambut tercecer. n tiba2 aje gw terinspirasi oleh kejadian itu. betapapun sering kita berusaha mengeluarkan pikiran-pikiran kita (mgkn yg piktor2 gtu d), beberapa diantaranya pasti akan tersisa lagi tanpa kita sadari. Nah, kalo kita sdh berusaha aja, masih aja ada yg tersisa.apalagi kalo kita gak berusaha keluarin. Pasti bakal berlimpah tuh piktor, ampe2 mgkn ga ada tempat buat tempat lain.....
Bru-baru ini, dosen faal gw juga tiba2 ngomongin tentang filter informasi yang plu kita punya di abad seabreg informasi kaya skrg ini, khususnya bagi anak kedokteran yang udah pasti bakal dapat begitu banyak info (baek dari text book, diktat, jurnal, internet, koran, majalah, infotaintment, mpe gosip2 terkini di kampus, de el el). Dia bilang otak kita tuh perlu di setting supaya ga kebanyakan informasi sampah.
Kalo mau tau, info yang kita dapat tiap harinya sekarang ini tnyatra bisa dibandingin ama info yang orang jaman baheula dapat selama hidupnya, tepatnya abad 17 yg lalu.Di kampung2 di Indo aj, banyak rumah2 sdh pake parabola yang bisa nagkep info dari Amrik or Euro sono. Info beredar begitu cepat, dan disajikan scara real time. apa yang baru dialami orang di penjuru sono, bsa kita ketahui saat itu juga dari sini. So, it's up to u guys... do u want to use ur memory for brilliant ideas or for trash information. Tayangan kekerasan telah terbukti efektif untuk membakar semangat prajurit Navy yang tidak mau membunuh musuhnya. Bagaimana dengan tayangan sinetron di Indo saat ini, yang makin tidak jelas arahnya. mulai dari magis, religi, kekerasan sampe pornografi dan pornoaksi yang lagi ribut dibicarain. Hope, we all make the right decision for our future.
Silicon Valley, Bill Gates, Thomas Alfa Edison and many more berasal dari ide kreatif yang bebas. Bukan lagi properti, jasa, atau industri lain yang berperan saat ini. Sekarang, siapa yang memegang informasi is the winner
Bru-baru ini, dosen faal gw juga tiba2 ngomongin tentang filter informasi yang plu kita punya di abad seabreg informasi kaya skrg ini, khususnya bagi anak kedokteran yang udah pasti bakal dapat begitu banyak info (baek dari text book, diktat, jurnal, internet, koran, majalah, infotaintment, mpe gosip2 terkini di kampus, de el el). Dia bilang otak kita tuh perlu di setting supaya ga kebanyakan informasi sampah.
Kalo mau tau, info yang kita dapat tiap harinya sekarang ini tnyatra bisa dibandingin ama info yang orang jaman baheula dapat selama hidupnya, tepatnya abad 17 yg lalu.Di kampung2 di Indo aj, banyak rumah2 sdh pake parabola yang bisa nagkep info dari Amrik or Euro sono. Info beredar begitu cepat, dan disajikan scara real time. apa yang baru dialami orang di penjuru sono, bsa kita ketahui saat itu juga dari sini. So, it's up to u guys... do u want to use ur memory for brilliant ideas or for trash information. Tayangan kekerasan telah terbukti efektif untuk membakar semangat prajurit Navy yang tidak mau membunuh musuhnya. Bagaimana dengan tayangan sinetron di Indo saat ini, yang makin tidak jelas arahnya. mulai dari magis, religi, kekerasan sampe pornografi dan pornoaksi yang lagi ribut dibicarain. Hope, we all make the right decision for our future.
Silicon Valley, Bill Gates, Thomas Alfa Edison and many more berasal dari ide kreatif yang bebas. Bukan lagi properti, jasa, atau industri lain yang berperan saat ini. Sekarang, siapa yang memegang informasi is the winner
Tuesday, February 28, 2006
Hola, hola........... Prime Posting....
Hola, hola...........
Gimana kabar elu-elu pada? Tentu dong, kita buat blog ini ada tujuannya dong. Napa kita buat judulnya itu shoso cadok? Eh, bukan berarti kita maniak Jepang. Shoso itu singkatan lho, dari short story. Jadi, judul itu tuh singkatan dari short story calon dokter. Hehe........ bagus gak?
Trus, gimana seh awalnya bisa kepikiran ama kita mau buat blog ini? Nih, kita cerita dikit ya tentang awalnya.....
. Kita sering denger julukan, kalo anak FK tuh 'gak gaul, kuper, kutu buku, gak bisa clubbing, 'n hidupnya hanya terpusat pada buku dan buku lagi'. Nah, dengan blog ini, kita membuktikan kalo tipikal anak FK seperti itu adalah alien, alias gak ada di FK. Jadi buang deh image di otak elu kalo anak FK itu dengan model 'rambut belah tengah, kacamata sebesar bola tenis dan tebel..........llll banget, dan membawa buku yang mirip dengan buku telepon (tau dong, buku telepon ?)
. Trus jangan bilang anak FK tuh kerjanya belajar melulu. Dengan blog ini, kita buktikan dong kalo kita ini gak gaptek dan inovatif. dengan blog ini pula, elu- elu yang bukan anak FK (kita boleh dong, sebut elu-elu pada itu orang awam) bisa menyaksikan sendiri, gimana 'membuminya' anak FK. Jadi, kalo ngobrol ama anak FK, jangan kaya ngobrol dengan profesor. Nyantai aja lagi...
. Trus, blog ini juga memberi suatu gambaran kepada elu, gimana perjuangan seorang cadok untuk mencapai gelar seorang dokter, tak hanya dari waktu (yang jelas luama..........aaa banget) dan status 'telat nikah'. Oke?
Gimana kabar elu-elu pada? Tentu dong, kita buat blog ini ada tujuannya dong. Napa kita buat judulnya itu shoso cadok? Eh, bukan berarti kita maniak Jepang. Shoso itu singkatan lho, dari short story. Jadi, judul itu tuh singkatan dari short story calon dokter. Hehe........ bagus gak?
Trus, gimana seh awalnya bisa kepikiran ama kita mau buat blog ini? Nih, kita cerita dikit ya tentang awalnya.....
. Kita sering denger julukan, kalo anak FK tuh 'gak gaul, kuper, kutu buku, gak bisa clubbing, 'n hidupnya hanya terpusat pada buku dan buku lagi'. Nah, dengan blog ini, kita membuktikan kalo tipikal anak FK seperti itu adalah alien, alias gak ada di FK. Jadi buang deh image di otak elu kalo anak FK itu dengan model 'rambut belah tengah, kacamata sebesar bola tenis dan tebel..........llll banget, dan membawa buku yang mirip dengan buku telepon (tau dong, buku telepon ?)
. Trus jangan bilang anak FK tuh kerjanya belajar melulu. Dengan blog ini, kita buktikan dong kalo kita ini gak gaptek dan inovatif. dengan blog ini pula, elu- elu yang bukan anak FK (kita boleh dong, sebut elu-elu pada itu orang awam) bisa menyaksikan sendiri, gimana 'membuminya' anak FK. Jadi, kalo ngobrol ama anak FK, jangan kaya ngobrol dengan profesor. Nyantai aja lagi...
. Trus, blog ini juga memberi suatu gambaran kepada elu, gimana perjuangan seorang cadok untuk mencapai gelar seorang dokter, tak hanya dari waktu (yang jelas luama..........aaa banget) dan status 'telat nikah'. Oke?
Subscribe to:
Posts (Atom)
